Kamis, 04 Juli 2013

0813-8855-2064, Promo Smart Detox Ramadhan



Detoksifikasi racun-racun tubuh merupakan suatu aktivitas yang sangat penting untuk menjaga kebugaran. Aktivitas ini merupakan suatu proses untuk menetralisir racun yang terdapat di dalam tubuh. Racun yang berada di tubuh berasal dari residu berbagai zat makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia. Makanan-makanan yang mengandung bahan pengawet, bahan perasa, bahan pewarna, dan bahan tambahan lain memiliki kandungan zat kimia yang pada kadar tertentu dapat menjadi bahaya di dalam tubuh.
Bahkan, makanan-makanan yang alami sekalipun apabila mencapai level tertentu akan pula menjadi racun bagi tubuh. Misalnya karbohidrat, meskipun tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber tenaga, namun pada kadar yang berlebih karbohidrat dapat menimbulkan stroke dan serangan jantung akibat meningkatnya kadar trigleserida di dalam darah. Maka dari itu sangatlah penting untuk secara periodik melakukan detoksifikasi racun-racun tubuh.
Terdapat berbagai metode yang dapat dilakukan sebagai proses detoksifikasi racun-racun tubuh ini. Salah satu metode yang paling populer adalah dengan hanya mengkonsumsi buah dan sayur selama periode tertentu. Metode ini mengedepankan makanan-makanan alami untuk memerangi berbagai zat kimia dari makanan yang sehari-harinya dikonsumsi. Kekurangan dari metode ini adalah masih ada kemungkinan terdapatnya toksin bahkan di makanan-makanan yang berasal dari bahan-bahan yang alami.
Metode selanjutnya adalah dengan olahraga. Aktivitas olahraga memang sangat baik bagi tubuh guna melenturkan otot, menstimulasi pengeluaran residu pencernaan dari tubuh melalui pencernaan, dan memberikan efek relaksasi. Akan tetapi, untuk melakukan aktivitas olahraga secara rutin cukup menjadi tantangan di tengah berbagai kesibukan. Padahal, dampak baik dari olahraga hanya akan terasa apabila dilakukan secara rutin.
Detoksifikasi racun-racun tubuh yang melengkapi kekurangan dari aktivitas diet dan olahraga adalah Puasa Ramadhan. Keistimewaan Puasa Ramadhan adalah pada pengaturan pola makan yang seimbang. Puasa Ramadhan “memaksa” individu untuk makan hanya dua kali sehari. Selain kuantitas yang tetap, waktunya pun tetap. Berbeda dengan pada bulan di luar Ramadhan dimana kesibukan pekerjaan, aktivitas lain, maupun motivasi diet yang fluktuatif membuat pola makan menjadi tidak beraturan.
Selain itu, Puasa Ramadhan yang dilakukan secara kolektif membuat rutinitasnya tetap terjaga. Tidak seperti diet dan olahraga yang mengedepankan kesadaran individual, Puasa Ramadhan menyajikan suasana yang sangat kondusif untuk menjaga konsistensi.
Pola makan yang teratur, baik waktu maupun intensitasnya memberikan berbagai manfaat terhadap tubuh guna mengoptimalisasi proses detoksifikasi racun-racun tubuh. Manfaat pertama adalah ketersediaan waktu luang bagi lambung beristirahat dari aktivitas mencerna. Rehat sejenak yang dilakukan oleh lambung ini memberi kesempatan bagi lambung untuk meningkatkan kinerjanya dalam melakukan proses mencerna. Proses mencerna tidak lagi terburu-buru, dimana saat satu makanan saja belum habis lalu datang makanan yang lain.
Manfaat kedua adalah meningkatnya imunitas tubuh. Imunitas tubuh sangat dipengaruhi oleh toksin yang terdapat di dalam tubuh. Dengan berpuasa, makanan yang dikonsumsi oleh manusia cenderung lebih sedikit, setidaknya pada siang hari. Berkurangnya konsumsi makanan ini berhubungan dengan berkurangnya toksin hasil residu. Semakin sedikit residu di dalam tubuh manusia, maka kemampuan tubuh untuk melawan penyakit pun semakin meningkat.
Dengan berbagai manfaatnya ini, puasa tidak hanya milik mereka yang beragama Islam. Agama dan kepercayaan lain pun mewajibkan penganutnya untuk berpuasa dengan metode dan tujuan yang bervariasi, namun dengan manfaat yang sama yaitu proses detoksifikasi racun-racun tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar